Facts About Andrea Hirata
Diposting oleh salsabeela, 09:24 PM, October 23, 2007.

Aduh sudah lama banget waktu itu ngobrol sama the famous Andrea Hirata (Bandung, February 2007), rencananya ini mau buat ‘Meet The Writer’ Section di kutukutubuku.com, tapi sayang, tulisan yang gue tulis malah nggak jelas (nggak bisa steno... secara gue wartawan palsu). Nulisnya juga di kertas sembarang gitu (maklum nggak niat wawancara tapi lucky enough to meet this great writer), jadi kertasnya sempat ketlingsut entah kemana dalam waktu yang lumayan lama (sampai kemaren beres-beres kamar dan nemu. EUREKA!).
So… here’s some of the facts about Andrea Hirata and his books:
- Laskar Pelangi ditulis pertama kali sebagai hadiah untuk gurunya (Bu Muslimah) yang saat itu sedang sakit pada tahun 2005. Namun, saat itu teman Andrea yang membaca tulisan itu, diam-diam mengirimkannya ke penerbit. And the rest is history.
- Kesuksesan buku-bukunya ini tentu saja menghasilkan materi yang tidak sedikit, tapi Andrea Hirata tidak tertarik dengan uang dan ketenaran. Namun ia merasa punya kewajiban untuk menjelaskan karya dan misinya.
- Dan apakah misinya itu? Misinya untuk memberitahu pada dunia bahwa penulis bisa mengilhami, agar orang tidak takut merasa sendirian di dunia ini, dan agar orang dapat melihat kekuatan di dalam dirinya. Everyone is somebody.
- Laskar pelangi ditulis dalam 3 minggu, Sang Pemimpi dalam 4 minggu, Edensor dalam 6 minggu, dan Maryamah Karpov (belum keluar) dalam 3 minggu.
- Saat ditanya tentang genre bukunya yang ‘nyastra’, Andrea Hirata balik bertanya, “Tulisan apa yang di definisikan sastra? Kalau kita baca suatu kalimat indah, itu lebih dari sekedar definisi sastra di buku. It’s the way we feel!”
- Lintang, teman Ikal dalam Laskar Pelangi, saat ini masih menyupir truk dan memiliki 2 anak.
- Edensor adalah sebuah desa di Inggris. Novel Edensor adalah refleksi dari mimpi masa remajanya dan realisasi dari keinginannya keliling Eropa.
- Laskar Pelangi dah ada plan untuk di-film-in. Katanya dah ngobrol dengan Riri Reza.
- Buku favorite yang kelar dibaca dalam sekali nafas adalah If Only They Could Talk by James Herriot
- Andrea Hirata kadang-kadang merasakan tangannya kurang cepat menulis dibanding kecepatan pikiran di otaknya.
- Untuk selalu terinspirasi, Andrea Hirata menyarankan kita untuk mengasah sensitivitas, dengan cara melihat suatu hal dari sudut atau angle yang tidak dilihat orang kebanyakan.
To me, Andrea Hirata is such an inspiration, dan gue menyesal dan memohon kepada Tuhan agar waktu dikembalikan sehingga gue bisa nonton Laskar Pelangi di Kick Andy!!!! Gosh!!! Somebody, please upload it to YouTube!
Oh ya jangan lupa, bagi yang belum baca, get Andrea Hirata's Books only on Kutukutubuku.com
8 Comments








