Ollie is a girl with high passion in almost everything. She's a web developer, occasion photographer, fun writer, fashion designer wanna be & kutukutubuku entrepreneur. She's eager to achieve plenty more. To be a great mommy, a cooking master, an editor in chief of marie claire magazine & to be a crazy singer :) Contact her at auliah5 at gmail.com

Affiliates


Bahas game dan hardware terbaru.

Belanja buku online.


Diskusi buku di kutukutubuku bookclubs


Butik online. Sedia Jilbab Permata, Ciput, T-shirt, and many more.


Ollie's Favorite Hosting

My Books

Finding Soulmate For Mei

Look! I'm On Fire

Je M'appelle Lintang

Katakan Cinta

My Photos

Who's Reading

Subscribe

Mestakung and My Life

Diposting oleh salsabeela, 08:18 PM, May 22, 2007.


Gue lagi baca satu buku Rahasia, yang menyebut soal Semesta Mendukung. Langsung gue kepikiran buku Mestakung. Tanpa pikir panjang langsung telp. Eel (HOTLINE: 021-7995165), "Ada stock Mestakung, el?", Eel bilang ADA. Langsung deh sorenya gue ambil dan baca.

Isinya bagus banget, menceritakan mimpi dan perjuangan Prof. Yohanes Surya, Ph. D untuk menjadikan Indonesia berjaya di bidang Fisika dalam dunia internasional (Olimpiade Fisika Internasional) dengan kekuatan Mestakung.

Mestakung alias Semesta Mendukung adalah sebuah konsep tentang pertolongan dari alam semesta saat kita sedang dalam kondisi kritis. Kondisi kritis contohnya macam-macam. Let say, dikejar anjing. Saat anjing menggonggong, mengejar dan menunjukkan taringnya, tujuan kita cuma satu, bagaimana biar tidak digigit. Saat inilah, semesta yang merasakan keinginan kita, mulai mendukung. Terjadi Mestakung. Kita akhirnya bisa lari sekencang-kencangnya, lebih dari kecepatan kita biasanya. Jika ada rintangan, kita akan meloncat setinggi-tingginya, bahkan di dalam buku disebutkan, gara-gara situasi itu, seorang bapak bisa meloncati dinding setinggi 1,5 meter! Amazing!

Mestakung di dalam kehidupan gue sebenernya sudah cukup banyak kejadian.
  1. Mestakung yang terjadi saat gue dapet beasiswa penulisan. Bagi yang belum tau, gue adalah penulis hasil didikan jakartaschool, sebuah lembaga pendidikan penulisan yang dulu ada di Ciputat.
    Dari dulu, gue suka nulis. Waktu SD gue udah nulis cerpen panjang gitu pake kertas double folio. Pake tulisan tangan en pensil (jadi bisa gue hapus kalo ada yang perlu gue edit LOL). SMP gue mulai bikin komik (sekarang dah jarang banget gambar). SMA mulai nulis puisi dan more cerpen. Tapi gue rasa semua kualitasnya ga bagus. Gue hanya seneng aja melakukannya.
    Waktu kuliah, gue cuma nulis diary aja, tapi setelah dateng ke launching buku Jomblo-nya Adhit, gue tiba-tiba terserang keinginan yang besar untuk ngeluarin buku juga. Gue inget waktu makan siang di warteg depan kampus Gunadarma Kelapa Dua, gue bilang sama temen gue Angga, "Ngga, lu denger baek-baek ya, gue bakal jadi penulis kayak Adhitya Mulya!" Dan (apa yang sekarang gue ketahui sebagai) Mestakung pun terjadi! Karena ikrar tersebut, Semesta mulai pelan-pelan mencari form untuk mendukung gue. Beberapa bulan kemudian, gue lihat pemberitahuan ada beasiswa dari Gagasmedia untuk belajar di Jakartaschool. Gue coba ikutan, dan buku pertama gue, Look! I'm on Fire pun lahir.
  2. Proses penulisan buku Katakan Cinta adalah salah satu Mestakung hebat dalam hidup gue. Saat itu gue tidak punya skrip, hanya puluhan dvd berisi video penembakan yang harus gue adaptasi. Gue juga tidak punya gambaran apapun secara ini adaptasi Reality TV pertama (gak kayak film yang udah banyak). Dan yang lebih hebatnya lagi, gue dikasi waktu cuma 5 hari untuk menyelesaikan tulisan gue. But I said YES. Mestakung pun terjadi, gue bikin jadwal ketat harus nonton berapa jam, sejam harus nulis berapa halaman (secara bo gue cuma punya waktu after office hours gitu loh!), dll. Keluarga mendukung penuh, teman-teman kerja dan bos juga, dukungan paling besar dari Eel yang ikut serta jadi editor. Jungkir balik bener-bener bareng dia kemaren. Tapi semua mendukung. Semesta mendukung. Dan buku itu bisa selesai tepat waktu dan launching tepat waktu juga! Alhamdulillah!
  3. Pada bulan Ramadhan 2006, gue duduk di sofa depan TV kantor bareng Eel. Gue bilang sama dia "Gue mau bikin daftar to do!". Gue tulis:
    • Selesaiin novel islami
    • Bikin butik
    • Bikin studio foto
    • Bikin majalah online

    Semesta melihat dan mendukung. Dengan keinginan yang keras, novel islami pertama gue yang sempat terbengkalai, Finding Soulmate For Mei, bisa selesai dan diterbitkan oleh Qultum Media.

    Soal butik lain lagi ceritanya. Begitu nulis to do itu, gue berniat menelpon beberapa mal untuk menanyakan harga sewa toko di tempat mereka. Gue tiba-tiba inget dengan ITC Permata Hijau yang keren di deket rumah gue. Gue telpon mereka. Biaya sewa mereka setahun sangat mencengangkan. Rp 7 juta per tahun (sudah inc. deposit 2 juta). Istilah mereka adalah pinjam pakai. Alhamdulillah, gue excited banget. Ini telepon pertama gue dan langsung dapet kabar bagus (Padahal yang kebayang adalah at least harus bayar 25 juta per tahun loh!).

    Langsung saja gue ke ITC, ngurus macem-macem, dan semua lancar. Tapi masalahnya mau jualan apa ya? Papa usul untuk jualan satu macam jenis aja biar fokus. Tiba-tiba mestakung terjadi lagi. Teman papa ternyata adalah pemilik dari Permata Jilbab yang tersohor itu. Langsung pas weekend ke rumah sekaligus showroomnya di Eramas. Ngobrol bentar, kemudian jadi agen. Alhamdulillah sudah ada produk.

    Tapi karena gue adalah online mania, jadinya butik ini harus ada websitenya. Mestakung terjadi lagi, tiba-tiba Hendy, temenku yang baik, memberikan hosting gratis untuk butik ini selama setahun. Tidak hanya sampai di situ, ternyata waktu beli domain di situs hosting yang sama, lagi ada promo! Jadi yang biasanya per year Rp 80.000, nama domain yang gue beli kemaren harganya Rp 30.000 saja dan berlaku selamanya! Alhamdulillah...

    Heartyboutique.com
    sekarang sudah berjalan dengan baik. Di bulan pertama peluncurannya, sudah mengundang banyak customer mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, hingga luar negeri seperti Jepang, Australia, Singapore dan Malaysia. Sekali lagi, Alhamdulillah...
  4. Last but not least. Saat itu akhir tahun 2005, gue dan Angel mikir, apa ya kira-kira yang bisa kita lakukan. Kita mau buat sesuatu. Tadinya pengen bikin butik. Tapi pikir punya pikir, kita kan punya satu kesamaan, yaitu sama-sama kutu buku. Kenapa gak buka toko buku aja?
    Akhirnya kita mulai proses untuk buka toko buku online dari nol. Kita mulai design, develop, dan presentasi ke penerbit. Saat kritis itu datang tiba-tiba. Salah satu partner kita (sang developer) mengundurkan diri karena kesibukan (padahal kita sedang persiapan launching), presentasi pertama kita gak menghasilkan apapun, dan kita sama sekali blank mengenai kegiatan finance. Mestakung terjadi. Kekuatan gue tiba-tiba berlipat ganda sehingga bisa develop toko buku online ini sendirian. Kitin, one of our partner, join the club sebagai finance. Dan dengan segala kekurangan dan kelebihan, kutukutubuku.com berhasil launching Februari 2006 dan hingga sekarang telah memiliki 6000 customer all over the world dan memberikan berbagai pengalaman tak terlupakan, mulai dari pengalaman punya karyawan, pengalaman punya kantor sendiri, pengalaman diwawancarai media, pengalaman masuk TV!  Alhamdulillah...
Tips dari gue, untuk mendapatkan Mestakung:
  1. Set your dream, setinggi mungkin. Kalo mimpi gue: pengen ke Paris!
  2. Beritahukan mimpi itu kepada banyak orang. Kemudian katakan "Saya pasti bisa!". Jangan takut dianggap sombong. Orang lain juga akan senang melihat kita optmis Seperti gue, waktu nonton Mr. Bean Holiday, pas adegan Mr. Bean lagi berdiri di stasiun kereta api di Paris, gue bilang sama Angel yang duduk di sebelah gue, "Cha, saat gue berdiri di stasiun kereta api itu nanti, I'm gonna call you! In fact, I'm gonna call everyone!"
  3. Mulai atur rencana untuk mewujudkan mimpi itu, dan ACT, NOW. For me, untuk mewujudkan mimpi ke Paris, gue les prancis di CCF dan nulis buku Je M'appelle Lintang.
  4. Tempel dimana pun hal-hal yang bisa memotivasimu, bikin sticker, poster, atau apapun yang intinya bertuliskan "Saya pasti bisa!". Contoh "Saya bernyanyi seperti Siti!" jika impian kita adalah menjadi penyanyi. Kalau gue, sebentar lagi, gue akan bikin poster yang bertuliskan "Paris, 2008!"
Fiuhh... such a long post. Akhir kata, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam Mestakung!

17 Comments

Login to your account to post comment

You are not logged into your Tabulas account. Please click here to login.

Post comment as a guest

Your name:

Your email: (will not be posted publicly)

Your website:



arisnb (guest)

Comment posted on July 16th, 2009 at 02:55 PM
ya semua Allah yg menentukan, tp manusia memang harus maksimal dalam berusaha. dgn konsep mestakung tsb, mungkin akan mendorong manusia utk berbuat maksimal

indry (guest)

Comment posted on June 12th, 2007 at 10:07 AM
assalamualaikum, mo tanya donk persyaratan jd agen jilbab permata apa yaa? bisa kirim ke imelku ga di inartie@gmail.com.

tq yah

Imong (guest)

Comment posted on June 7th, 2007 at 01:44 PM
So, inspirating :-)
Comment posted on June 1st, 2007 at 09:35 AM
@kidi_kiut

iyah semua di sini mendukung gue kok gue yakin ^^

@Pipit

Thanks Pipit!! Miss you and your posts!

Pipit (guest)

Comment posted on May 31st, 2007 at 02:50 PM
Paris 2008...saya doain dari sini. Semoga kesampean. :)
Comment posted on May 28th, 2007 at 11:10 AM
nama gw ga disebut sebagai support neh llie?? hahahaha gubraks :P
Comment posted on May 27th, 2007 at 12:58 AM
Haha anyway... I'm glad to hear some crowd gathering here after sometimes :p

Ceritanya sejak aku mengalami masa-masa sulit dan depressed kemaren, aku seneng baca buku-buku motivasi. Dan buku-buku itu cukup help me through the phase. That's why, aku menjadi terinspirasi untuk MENCOBA membuat tulisan motivasi untuk menginspirasi orang lain.

This is my first attempt (on purpose making motivational writing) :D

Thanks to all of your support (Danang, Irman, especially unwinged). Really appreciate it. Idham, see you @ Paris, 2008!

zax (guest)

Comment posted on February 25th, 2009 at 11:06 AM
Ingat manusia memiliki mukjizat para rasul, karomah dan maunnah bagi ulama, disaat kita mengalami kesulitan hidup maka pertolongan Allah yang datang karena doa kita, doa manuais terkabul bisa saat itu , bisa karena doa orang tua atau kakek nenek kita yg mendoakan buat kita saat kita masih kecil.Namui Musa ketika dikejar musuh didepan laut maka Allah mmeberikan pertolongan dengan tongkatnya bisa membelah lautan, itu pertolongan Mukjizar dari Allah/ zax

idham (guest)

Comment posted on May 26th, 2007 at 09:09 PM
weis postingan inspiratif lagi dari bloger favorit ku :D
bukan bermaksud menentang pendapat yang lain soal mestakung (or i prefer to Sugesti). aq mungkin salah satu orang di dunia yang percaya akan sugesti tapi insya 4JJI aq percaya klo semua datang dariNya bukan hanya dari diri kita Alloh senantiasa mengabulkan do'a hambanya ketika ia bersungguh sungguh. (mungkin) ketika sugesti itu terjadi didalamnya terdapat sebuah do'a yang dipanjatkan dengan amat sangat mengharap pengabulan dari Alloh. Tapi kembali ke cara kita semua memandang sesuatu.

Oh iya mbak tahun ini aq ke singapure, Sudan & D.C. mungkin di 2008 kita bisa ketemu di Paris :D

Irman Fauzi (guest)

Comment posted on May 26th, 2007 at 12:51 PM
To everyone, tolong dibaca lagi posting Ollie ini, dia tulis "Alhamdulillah" 6 kali dalam 1 posting. Gw gak pernah liat orang lain nulis Alhamdulilah sebanyak itu dalam satu posting. Jadi, Ollie gak melupakan kebesaran Allah dalam hidup ini.

Well, setiap orang punya interpretasi sendiri2. Back to you guys, mau memandang dengan cara apa.

Ollie, see you in "Paris"!

unwinged (guest)

Comment posted on May 25th, 2007 at 07:32 PM
Wah.. jadi debat serius gini gyhahaha
Gw cuman meluruskan masalahnya aja ah. Mengingat gw yang paling deket sama salsabeela sekarang ini.

Maksud dia juga pasti semua nya datang dari Allah, nggak mungkin lain. Dan gw setuju banget dengan itu.

Masalahnya, definisi dari mendapat ridho Allah itu apa ? Tau tau dapet, tau tau dikasi, atau tau tau dikasi jalan, atau gimana ? Kun fayakun dan tau tau ada di depan mata ? Jadi kalo nggak berusaha asal kun fayakun pasti dapet ? atau gimana lagi ?

Jelas mestakung merupakan perwujudan salah satu definisinya. Di jawa, mestakung sudah digunakan sejak jaman dulu kala, tidak hanya untuk menggapai hal hal yang jauh, cita cita, tapi juga hal yang "sak jek sak nyet". Mindahin anak sungai misalnya. (baca lagi riwayat walisongo)

Mestakung di jawa, punya satu nama, berbagai arti. Sugesti, adalah nama yang paling dikenal. Sugesti sendiri masih dipecah sebagai :
1. Berusaha
2. Percaya
3. Jujur
4. Diridhai Gusti

So, jelas dengan begini, mestakung, atau biasa kami sebut sebagai sugesti, hanya merupakan salah satu jalan untuk mewujudkan ridha Allah yang sudah diberikan ke kita.

Apapun namanya, mestakung, sugesti, ridha Allah dan lainnya, tetap datang dari Allah. Nggak lain.

Kenapa salsa menggunakan nama Mestakung disini, karena jelas dia baru aja baca mengenai itu. Dia baru tahu, baru nyadar. Dan hanya bertujuan baik ingin memberikan motivasi kepada kita semua bahwa, dengan meyakini apa yang kita lakukan dalam menempuhnya, sesuatu itu bisa terwujud.

Tentang atheis..
Ya gw ga bisa salahin juga sih, ini cuma sekedar salah satu cara penyampaian. Sama seperti gw bilang "mengambil barang orang lain tanpa ijin" dan secara singkat bilang "mencuri".

Mestakung emang agak lebih kasar. Tapi masalahnya, buku itu judulnya memang Mestakung. Gimana dong ?
Comment posted on May 25th, 2007 at 04:16 PM
Semesta itu yang ciptain siapa sih? Allah bukan?
Susah ya jadi motivator...
Comment posted on May 25th, 2007 at 02:39 PM
gw juga setuju banget ama pendapat Hendy ... Menurut gw semua apa yang elo kabulin itu atas Kuasa ALLAH. Klo kata ALLAH, kun fayakun, apapun yang elo pengenin ya pasti jadi lah .. variabel semesta mendukung itu hanyalah elemen yang tentu aja semuanya atas kehendak ALLAH.
Gw liat sudut pandang elo tentang MESTAKUNG ini lebih ke teori pikiran, bahwa klo elo set apa yang elo pengenin, elo pasti bisa ngewujudinnya. Bisa dalam arti kata, otak lo berusaha untuk nyari jalan, supaya apa yang elo pengen terwujud, sadar ato ga sadar sugesti seperti elo akhirnya ga berjalan, tapi berlari menuju "apapun" yang elo pengenin dalam idup.
Tapi teori ini tentu aja, balik lagi ga terlepas dari kuasa ALLAH. Teori Pikiran, lebih memfokuskan otak lo untuk berusaha ato ikhtiar. Tangan, Kaki, Mulut, mata dan segala bagian anotomi badan lo, berusaha untuk ngedukung capaian yang elo pengen.
Tapi again, semua milik kita even roh kitapun milik ALLAH, hanya tawakallah lagi yang kita perlukan.
Nah, mungkin penekanan ini yang ga elo ungkapin, sehingga menimbulkan perbedaan pola pikir. Cara memandangnya kali ya .. even though gw yakin, pasti elemen ini jadi elemen yang mendasar dan signifikan dalam hidup lo .. since i read all your blog, i believe you have the faith.
anyway, gambatte!
*every mind have every soul in it*

danang (guest)

Comment posted on May 23rd, 2007 at 01:54 PM
akhirnya bisa masuk juga ...
wah pengalaman yang inspiratif, semoga dapat berguna bagi semuanya. Amiin.

Hendy Irawan (guest)

Comment posted on May 23rd, 2007 at 01:25 PM
Senantiasa lama waktu yang diperlukan, karena setiap kali memasuki kalimat " iyyaka na'budu " Abah Latif biasanya lantas terhenti ucapannya, menangis tersedu-sedu bagai tak berpenghabisan.

Sesudah melalui perjuangan batin yang amat berat untuk melampaui kata itu, Abah Latif akan berlama-lama lagi macet lidahnya mengucapkan " wa iyyaka nasta'in" .

Banyak di antara jamaah yang turut menangis, bahkan terkadang ada satu dua yang lantas ambruk ke lantai atau meraung-raung.

"Hidup manusia harus berpijak, sebagaimana setiap pohon harus berakar," berkata Abah Latif seusai wirid bersama, " Mengucapkan kata-kata itu dalam Al-fatihah pun harus ada akar dan pijakannya yang nyata dalam kehidupan. 'Harus' di situ titik beratnya bukan sebagai aturan, melainkan memang demikianlah hakikat alam, di mana manusia tak bisa berada dan berlaku selain di dalam hakikat itu."

"Al-fatihah hanya pantas diucapkan apabila kita telah saling menjadi khalifatulloh di dalam berbagai hubungan kehidupan. Tangis kita akan sungguh-sungguh tak tak berpenghabisan karena dengan mengucapkan wa iyyaka nasta'in, kita telah secara terang-terangan menipu Tuhan. Kita berbohong kepada-Nya berpuluh-puluh kali dalam sehari. Kita nyatakan bahwa kita meminta pertolongan hanya kepada Alloh, padahal dalam sangat banyak hal kita lebih banyak bergantung kepada kekuatan, kekuasaan dan mekanisme yang pada hakikatnya melawan Alloh."

* dicuplik sekedarnya dari karya Emha Ainun Najib: <a href="http://soni69.tripod.com/Islam/emha_menangis.htm" rel="nofollow">http://soni69.tripod.com/Islam/emha_menangis.htm</a>

Hendy Irawan (guest)

Comment posted on May 23rd, 2007 at 01:16 PM
Iyyaka na'budu waiyyaka nasta'in, hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan.
(Al-Fatihah 6)

Hendy Irawan (guest)

Comment posted on May 23rd, 2007 at 12:43 PM
Sorry, not to mean to be rude... but I don't like the term "Mestakung" alias "Semesta Mendukung".

Menurut gw it's too "atheistic"...

Gw lebih suka istilah "mendapat ridho Allah" atau seminimal2nya "bantuan dari Tuhan".

Bukankah semua pertolongan itu datangnya dari Allah? Tak ada satu pun makhluk yang bisa memberikan bantuan atau manfaat atau bahkan derita sedikit saja tanpa izin dari Allah.

Site powered by Tabulas.