Jumat Kuliner: Dapur Buntut
Diposting oleh salsabeela, 11:33 PM, November 10, 2006.
Ini bukan gue yang ngomong, bukan juga si Hengki, yang demen banget berpose gila seperti di atas (tapi cocok banget deh buat iklannya Dapur Buntut hihihi), namun quote tersebut diklaim langsung oleh Dapur Buntut yang tadi siang gue kunjungi.
Ceritanya, anak-anak kantor gue (khususnya bagian gue, CSD) demen pergi bereksperimen untuk makan yang aneh-aneh setiap hari jumat. Kenapa jumat? Karena hari inilah saat istirahat makan siang terpanjang dalam seminggu.
Setelah melewati beberapa tahap coba-coba berbagai macam makanan, maka sayang sekali jika tiap kali makan tidak kita record dalam bentuk catatan, review, or whatever. That's why I blog this. Every friday. Watch your belly... coz this will be very dangerous xixixi ! 
Perjalanan kuliner pertama yang ter-record dimulai di Dapur Buntut. Dari awal minggu, Ronni udah 'woro-woro' kalo dia pengen banget nyobain Sop Buntut Karamel. Kita yang mendengarnya langsung terpikat dengan nama yang unik itu. Langsung deh pada teriak-teriak pengen pergi. Well, I'm definitely in!
Pas hari H, kita rombongan dua mobil jalan ke Dapur Buntut yang terletak di arah Kampung Melayu. Sampe sana, ngeliat lokasi, kesan pertama... tempatnya clean but nothing special...

Waktu berlalu begitu menyiksa karena sudah laper. Anak-anak mulai sibuk dengan berbagai aktifitas. Dhani dan gue motret sana sini (sekalian ngejajal lensa baru Dhani), Yani mulai makan kerupuk, sedangkan Hengki sibuk menikmati pajangan hasil publikasi Dapur Buntut di media massa.

Langsung deh gue serbu Sop Buntut Karamel yang sudah gue penasaran-in selama seminggu. Gigitan pertama... enak. Gigitan kedua... ENAAKK. Gigitan ketiga... Ronni nambah nasi... 
Jadi setelah gue tanya-tanya sama mbak yang di dapur (ini Mbak Irma bukan ya? Itu loh... yang punya resto...)
, katanya rahasia dari Sop Buntut Karamel ini adalah penggunaan karamel sebagai sausnya. Eh, kalo itu sih emang obvious ya hehehe
Maksud gue, karamel yang manis itu (kayak gula cair) dicampur lada hitam dengan cerdik. Hasilnya? Manis-manis pedas gitu deh. Yummm... 
Kalo menurut Ronni, iga panggangnya kurang 'nempel' bumbunya, so, rada kurang. (Tapi nambah kan, Ron...)
Soal harga, relatif masuk akal sih. Gue makan Sop Buntut Karamel + Nasi dan Ice Lemon Tea, totalnya abis Rp 29.500,00. Yang lain juga kira-kira segitu.
So, the final result adalah Not bad. Dan dari hasil voting, mendapat rate 2,5 bintang dari maksimal 4 bintang. (Meskipun maksimal 4 bintang, ternyata Sop Buntutnya Hotel Borobudur mendapatkan 6 bintang dari Angel hehehe and everyone's agree!)
Well, well... are you coming this friday?
5 Comments









Joe (guest)

papadoh (guest)

Tria (guest)
arnov (guest)
Tapi kok quotenya terasa kurang pede ya, "Probably the best oxtail resto in town"... kenapa harus pake probably yah...?? mungkin ada yang lebih enak kali ya? heheh
ShOFa (guest)

aq mw bgt..
lg laper *hikz*